Lihat postingan ini di Instagram Assalamualaikum guysss 🤗🤗🤗 Saya Mardiana Sitompul Nim 1740100004 KKL IAIN Padangsidimpuan. Disini saya akan memaparkan pemberdayaan ekonomi ummat di era new normal di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan ini. seperti yg telah kita ketahui bahwasanya khas di daerah Sipirok ini memiliki kopi yg sangat nikmat namanya kopi arabica. Lalu apa itu Kopi Arabika Sipirok ?? Ketua MPIG-KTS, Erwinsyah Siregar, mengatakan sejarah Kopi Arabika Sipirok tidak terlepas dari Kerajaan Siregar Akkola Dolok 1839, dimana saat itu pertama kali dikenal pertanaman kopi yang kemudian dipasarkan ke kolonial Belanda. Namun setelah kemerdekaan Indonesia, masyarakat tidak bergairah menanam kopi. Hal ini karena harganya yang anjlok. Banyak pertanaman kopi yang tidak terurus. Memasuki tahun 1990-an, pertanaman kopi di wilayah Sipirok semakin berkembang. Promosi-promosi juga mulai dilakukan. Adapun Kopi Arabika Sipirok yang dikembangkan di ketinggian rata-rata 900 meter di atas permukaan laut, dihasilkan dari 6 kecamatan, yaitu Sipirok, Marancar, Angkola Timur, Arse, Saipar Dokok Hole dan Aek Bilah. Kopi Arabika Sipirok dikembangkan dari varietas kopi sigarar utang, ateng super dan gayo satu. Kopi Arabika Sipirok dihasilkan melalui teknik olah basah gerbus kering, dengan jenis produk yaitu kopi biji (green bean), kopi sangrai dan kopi bubuk. Karakter kopi Sipirok, menurut pemilik Sipirock Coffee Ayub S Pulungan, ada rasa spicy (jahe, sereh), coklat, dan asam yang rendah. Ini yang membedakan cita rasa kopi Sipirok dengan kopi saudara sekitarnya seperti Mandailing, Sidikalang, dan Gayo.Di antara kopi-kopi itu, rasa asam kopi Sipirok jauh lebih rendah, kata Ayub yang juga Ketua Koperasi Kopi Indonesia Lestari itu. Masa transisi memasuki era normal baru dimasa COVID-19, usaha Kopi Arabika Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara,mulai stabil kembali. Pemesanan bubuk kopi arabika Sipirok khusus dalam negeri untuk Pulau Sumatera dan Pulau Jawa dan Indonesia Timur sudah stabil demikian sistem pengirimannya. Gimana guyss ?? 😅 Tertarik gak ? Kalo tertarik komen di bawah yaa 🤗🤗🤗 😍😍😍 H12, Minggu 26 Juli 2020 #kkldriainp #kkl_dr2020_iainpadangsidimpuan #kkliainpadangsidimpuan Sebuah kiriman dibagikan oleh Mardiana Sitompul (@mardianasitompul20) pada 27 Jul 2020 jam 7:23 PDT
Assalamualaikum guysss 🤗🤗🤗 Saya Mardiana Sitompul Nim 1740100004 KKL IAIN Padangsidimpuan. Disini saya akan memaparkan pemberdayaan ekonomi ummat di era new normal di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan ini. seperti yg telah kita ketahui bahwasanya khas di daerah Sipirok ini memiliki kopi yg sangat nikmat namanya kopi arabica. Lalu apa itu Kopi Arabika Sipirok ?? Ketua MPIG-KTS, Erwinsyah Siregar, mengatakan sejarah Kopi Arabika Sipirok tidak terlepas dari Kerajaan Siregar Akkola Dolok 1839, dimana saat itu pertama kali dikenal pertanaman kopi yang kemudian dipasarkan ke kolonial Belanda. Namun setelah kemerdekaan Indonesia, masyarakat tidak bergairah menanam kopi. Hal ini karena harganya yang anjlok. Banyak pertanaman kopi yang tidak terurus. Memasuki tahun 1990-an, pertanaman kopi di wilayah Sipirok semakin berkembang. Promosi-promosi juga mulai dilakukan. Adapun Kopi Arabika Sipirok yang dikembangkan di ketinggian rata-rata 900 meter di atas permukaan laut, dihasilkan dari 6 kecamatan, yaitu Sipirok, Marancar, Angkola Timur, Arse, Saipar Dokok Hole dan Aek Bilah. Kopi Arabika Sipirok dikembangkan dari varietas kopi sigarar utang, ateng super dan gayo satu. Kopi Arabika Sipirok dihasilkan melalui teknik olah basah gerbus kering, dengan jenis produk yaitu kopi biji (green bean), kopi sangrai dan kopi bubuk. Karakter kopi Sipirok, menurut pemilik Sipirock Coffee Ayub S Pulungan, ada rasa spicy (jahe, sereh), coklat, dan asam yang rendah. Ini yang membedakan cita rasa kopi Sipirok dengan kopi saudara sekitarnya seperti Mandailing, Sidikalang, dan Gayo.Di antara kopi-kopi itu, rasa asam kopi Sipirok jauh lebih rendah, kata Ayub yang juga Ketua Koperasi Kopi Indonesia Lestari itu. Masa transisi memasuki era normal baru dimasa COVID-19, usaha Kopi Arabika Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara,mulai stabil kembali. Pemesanan bubuk kopi arabika Sipirok khusus dalam negeri untuk Pulau Sumatera dan Pulau Jawa dan Indonesia Timur sudah stabil demikian sistem pengirimannya. Gimana guyss ?? 😅 Tertarik gak ? Kalo tertarik komen di bawah yaa 🤗🤗🤗 😍😍😍 H12, Minggu 26 Juli 2020 #kkldriainp #kkl_dr2020_iainpadangsidimpuan #kkliainpadangsidimpuan
Sebuah kiriman dibagikan oleh Mardiana Sitompul (@mardianasitompul20) pada 27 Jul 2020 jam 7:23 PDT
jaga selalu kesehatan ya
Lihat postingan ini di Instagram KKL-DR H30, Kamis 13 Agustus 2020 Assalamualaikum guysss 🤗🤗 saya Mardiana Sitompul Ni...
jaga selalu kesehatan ya
BalasHapus